Jumat, 31 Oktober 2014

DATA LAPORAN OCB (MENEBAR KEBAIKAN) AK 2014


Rincian urutan laporan per bagian :
  • RINGKASAN
  • BAB I - V
  • PENUTUP
  • LAMPIRAN
  • DAFTAR PUSTAKA ( refrensi terdapat pada Latar Belakang Masalah )
belum terisi lengkap, tapi ini adalah struktur laporan ( tanpa cover ). 





RINGKASAN

            Kelompok kami akan mendemonstrasikan cara pembuatan pernak-pernik (bros, kerajinan) handmade dari kain perca dan flanel dan mensosialisasikannya kepada masyarakat khususnya Ibu Rumah Tangga agar mampu memanfaatkan waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat. Sehingga hal ini dapat menambah penghasilan dan mendorong Ibu Rumah Tangga menjadi wanita mandiri, kreatif, dan produktif.

Tujuan Jangka Panjang

1. Bisa meningkatkan perekonomian ibu Rumah Tangga di Desa Pedusan, RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul

2. Memaksimalkan waktu luang Ibu Rumah Tangga dan menjadikan mereka lebih produktif dan kreatif

3. Pelatihan yang didapat bisa ditularkan kepada ibu-ibu yang lain agar dapat menjadikan suatu kegiatan yang bermanfaat.

Target Khusus yang Ingin Dicapai

1. Merubah mindset Ibu Rumah Tangga supaya mampu menjadi wanita yang mandiri

2. Memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu sebagai bekal keahlian dalam memanfaatkan waktu luang mereka.

Metode

1. Mengadakan survey berupa observasi langsung ke sasaran

2. Melaksanakan penyuluhan kepada ibu Rumah Tangga mengenai pemanfaatan sisa-sisa kain perca dan flanel

3. Mengajarkan cara pembuatan pernak-pernik (bross).

Langkah-Langkah yang Akan dipakai

1. Mencari sisa kain dan limbah industri skala kecil serta membeli peralatan yang akan digunakan

2. Mendemonstrasikan cara pembuatan bross kepada ibu-ibu

3. Memberikan informasi mengenai barang-barang yang harus dipergunakan, misalkan harus dengan membelinya.





BAB 1

PENDAHULUAN


1. Latar Belakang Masalah

    Dewasa ini, kebutuhan akan mode dan fashion semakin meningkat, khususnya pada penggunaan aksesoris seperti bross sangat unik jika ditambahkan pada pakaian, jilbab yang digunakan. Penggunaan bahan sisa kain yang sudah tidak dipakai lagi dengan modal kreatifitas bisa diolah menjadi aksesoris. Akibatnya permintaan kain perca pun semakin meningkat. Namun melimpahnya kain perca belum diimbangi dengan bagaimana cara mengolah kain perca tersebut agar tidak terbuang percuma dan bisa menghasilkan aksesoris yang bernilai ekonomis. Perca adalah sisa-sisa guntingan kain yang ada setelah membuat pakaian atau karya kerajinan tekstil lainnya (Qoyyim, 2011). Kain perca dapat diolah menjadi aksesoris misalnya bross untuk mempercantik diri. Maka dari itu kami mengambil tema pemanfaatan kain perca dan flanel.

        Selain kain perca, minat bahan yang digunakan untuh aksesoris adalah flanel. Flanel merupakan jenis kain dari serat wol tanpa ditenun. Kegunaan kain flanel biasanya digunakan untuk membuat kerajinan tangan (Azizah, 2012).

     Pada masyarakat, khususnya di pedesaan kegiatan untuk membuat aksesoris dari bahan kain perca dan flanel mungkin masih sangat awam. Sehingga sosialisasi cara pembuatan aksesoris mungkin akan diminati untuk dilakukan. Khususnya pada ibu-ibu rumah tangga. Hal ini cukup dinilai bermanfaat karena selain mengasah ketrampilan dan kreatifitas mereka, pembuatan aksesoris juga akan bernilai ekonomis sehingga dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.


2. Tujuan Kegiatan

1. Memberi pelatihan kepada ibu-ibu tentang bagaimana cara mengelola barang bekas seperti kain perca dan flanel agar memiliki nilai guna.

2. Menanamkan dan mengubah pola pikir ibu-ibu rumah tangga agar dapat memanfaatkan waktu dengan hal produktif.




BAB 2

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT


      Sasaran tempat yaitu masyarakat di Desa Pedusan, RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul. Jumlah subyek yang datang ada delapan orang, mereka membawa serta anak-anaknya untuk melihat sosialisasi dari kami. Dengan antusias dari masyarakat, kami mampu diterima dengan baik untuk memberikan sosialisasi dan demonstrasi mengenai pemanfaatan kain perca dan flanel yang akan dibuat menjadi bross. Sedangkan kelemahan yang terjadi yaitu akses menuju lokasi sasaran cukup jauh, ibu-ibu yang memiliki pandangan yang sudah agak rabun (minus atau plus) sehingga sulit untuk lebih teliti. Peluang yang terwujud yakni diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya ibu rumah tangga, datangnya anak-anak putri yang ikut serta bisa membantu ibu-ibu mereka. Hambatan yang terjadi adalah karena sarana prasarana kurang memadai serta akses menuju lokasi yang cukup jauh.





BAB 3

METODE PELAKSANAAN

Teknik

· Melakukan sosialisasi kepada ibu Rumah Tangga di desa Pedusan, RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul mengenai kegiatan yang akan dilakukan

· Melakukan demonstrasi dan pelatihan bagaimana cara membuat kerajian tangan dari kain perca dan flanel yang disediakan.

Tahapan

Persiapan     : Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Pelaksanaan : Turun langsung ke Desa Pedusan, RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul. Melakukan sosialisasi dan demonstrasi melalui pertemuan ibu-ibu yang menjadi anggota PKK.





BAB 4

BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN


· Biaya Pelaksanaan

No
Jenis Pengeluaran
Satuan
Jumlah
Biaya (Rp)
1.
Peralatan penunjang




  1. Glue Gun (Lem Tembak)
27.500
2 pcs
55.000

  1. Lem bakar
900
30 pcs
27.000

  1. Kain flanel
1.750
20 pcs
35.000

  1. Gunting
5.000
2 pcs
10.000

  1. Jarum
1.000
1 pak
1.000

  1. Pulpen
1.000
8 pcs
8.000

  1. Kenang-kenangan
13.000
2 pcs
26.000
2.
Bahan habis pakai


  1. Kertas HVS
400
10 lembar
4.000

  1. Konsumsi subjek
4.500
15 dus
67.500

  1. Manik-manik
5.500
2 pak
11.000

  1. Benang
1.000
5 pcs
5.000

  1. Peniti
12.000
1 pak
12.000

  1. Kancing
2.750
4 pak
11.000
3.
Administrasi


  1. Cetak proposal
2.000
1
2.000

  1. Cetak laporan
2.000
1
2.000

  1. Cetak dokumentasi (foto)
1.000
3
3.000

d.    Fotokopi proposal
2.000
1
3.000

  1. Fotokopi laporan
2.000
2
4.000

JUMLAH
283.500



· Jadwal Kegiatan


No
Hari / Tanggal
Tahapan Kegiatan Program
Penanggung Jawab
1.       
Sabtu, 11 Oktober 2014
pembukaan
Aditya Mahardika Pradana
2.       
Sosialisasi mengenai pemanfaatan kain perca dan flanel
Dienti Khairina
Paramita Kartika Maharani
Roofika Alifiantari
3.
Demonstrasi cara pembuatan bross
Dienti Khairina
Aninda Ristyorini
Paramita Kartika Maharani
Ruri Deviani
4.
Penutup
Aditya Mahardika Pradana





BAB 5

REALISASI KEGIATAN

        Dalam merealisasikan kegiatan kami turun secara langsung ke masyarakat desa Pedusan, RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul. Kami menyosialisasikan tentang pentingnya berpikir kreatif dan terampil dalam menjawab tantangan dunia globalisasi. Kami memilih subyek ibu rumah tangga agar mereka dapat memiliki ketrampilan tambahan selain ketrampilan mengurus rumah tangga. Berikut adalah rincian kegiatan yang kami laksanakan.

Nama Kegiatan :

Pelatihan pembuatan kerajinan tangan (bross) dari kain perca dan flanel

Tanggal Pelaksanaan: 

11 Oktober 2014

Uraian Kegiatan :

1. Survey tempat di Desa Pedusan RT 59, Argosari, Sedayu, Bantul

     Sabtu, 27 September 2014

2. Mencari Dana

     29 September - 10 Oktober 2014

3. Membeli Peralatan kerajinan tangan

     1 - 10 Oktober 2014

4. Latihan membuat kerajinan tangan (bross)

     6 - 10 Oktober 2014 Pukul 09.30-12.30 WIB

5. Memesan Konsumsi

     Jumat, 10 Oktober 2014

6. Pelaksanaan Kegiatan

     Sabtu. 11 Oktober 2014 Pukul 13.30-17.00 WIB

Evaluasi kegiatan : 

1. Saat pelaksanaan kegiatan kami tidak datang tepat waktu dikarenakan mengambil barang yang ketinggalan

2. Konsumsi terlambat dibagikan

3. Kegiatan perlu dibuat lebih inovatif agar ibu-ibu lebih antusias.

Tanggapan dan Masukan :

1. Kegiatan perlu dilakukan secara continue (berkelanjutan)

2. Mahasiswa diharapkan lebih on time

3. Hasil kerajinan tangan (bross) disarankan lebih variatif

4. Masukan ibu-ibu ada pada kuesioner yang diberikan.

Pembahasan Angket 

     Menurut responden, kegiatan yang kami selenggarakan sudah berjalan dengan baik, hasilnya pun memuaskan. Namun masih ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki seperti: Kami harus datang lebih tepat waktu dan hasil kerajinan tangan yang diajarkan harus lebih inovatif lagi. (kuesioner terdapat di lampiran).



PENUTUP



KESIMPULAN

     Masyarakat khususnya ibu-ibu antusias mengikuti kegiatan yang kami selenggarakan. Kegiatan ini sudah berjalan dengan lancar dan baik namun masih ada beberapa hal yang masih perlu kami tingkatkan. Sukses tak akan datang bagi mereka yang hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yang selalu berusaha wujudkan mimpinya (Yusri, 2012).





LAMPIRAN


· Peranan Anggota dalam Kegiatan Menebar Kebaikan 

      Kelompok kami terdiri dari 6 orang, dimana 6 orang tersebut dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 3 orang dan memiliki tugas pokok untuk mencari dana dan 3 orang mempelajari materi untuk pelatihan yaitu : Dienti Khaerina, Roofika Alifiantari, Paramita Kartika Maharani. Pelatihan yang dilakukan pada kelompok kami dilakukan untuk latihan dalam pengolahan kain perca dan flanel sehingga pada saat sosialisasi, keahlian dan kreatifitas dapat ditularkan kepada ibu-ibu. Dalam mencari dana kami menganggarkan sebesar Rp 300.000 dan dibagi untuk 3 orang, jadi masing-masing mengumpulkan Rp 100.000. 3 orang tersebut bekerja membantu usaha keuarga masing-masing namun dari awal sudah melakukan kesepakatan bahwa mereka bekerja professional dan digaji sesuai kesepakatan dan dalam kurun waktu sesuai kesepakatan. Berikut adalah rincian dalam mencari dana dalam kelompok kami:


1. Aditya Mahardika Pradana

Adit bekerja membantu usaha ternak ayam yang dimiliki oleh orang tuanya. Adit memiliki tugas pokok mengambil dan menimbang telur-telur ayam serta membersihkan kandang ayam. Adit bekerja mulai siang hari selepas dzuhur. Adit mendapatkan penghasilan Rp 30.000 perhari untuk 3 hari kerja dan sisanya Rp 10.000 adalah bonus.


2. Ruri Deviani

Ruri bekerja membantu usaha orang tua, tugas pokoknya membantu mengepak pakaian dalam dengan penghasilan Rp 2000 per 1 lusin. Untuk memperoleh total penghasilan Rp 100.000, Ruri harus mengepak 50 lusin pakaian dalam. Ruri memulai bekerja sepulang kuliah.


3. Aninda Ristyorini

Anin bekerja di toko kelontong milik orang tuanya. Tugas pokok Anin adalah melayani konsumen dan juga membeli stok barang yang habis. Anin mulai bekerja sepulang kuliah hingga pukul 10 malam. Penghasilan Anin perhari Rp 10.000. dan ia bekerja selama 10 hari untuk mendapatkan Rp 100.000.



· Peran masing – masing anggota dalam kelompok 

1. Aditya Mahardhika Pradana

a.Coordinator : Karena Adit mampu memimpin dan mampu mengambil keputusan bagi kelompok.

b. Monitor evaluator : Memiliki pandangan strategis namun kurang mampu memberi inspirasi.

2. Ruri Deviani 

a. Resource investigator : Karena memiliki kontak dan jaringan luas dalam mendukung terlaksananya program ini.

b. Completer : Mampu menyelesaikan tugas tepat waktu.

3. Dienti Khairina 

a. Shaper : Karena memiki dorongan kuat untuk dirinya sendiri agar tujuan tercpai dan memberi penjelasan untuk sesuatu yang masih abstrak.

b. Specialist : Karena bertugas dalam mempelajari materi pembuatan kerajinan tangan.

4. Aninda Ristyorini 

a. Plant : Karena memiliki ide kreatif dan memperhatikan detail.

b. Specialist : Anin juga turut berperan dalam memvisualisasikan cara pembuatan kerajinan tangan (bros)

5. Roofika Alifiantari

a. Specialist : Karena bertugas mempelajari materi pembuatan kerajinan tangan.

b. Shaper : Karena memiki dorongan kuat untuk dirinya sendiri agar tujuan tercpai dan memberi penjelasan untuk sesuatu yang masih abstrak.

6. Paramita Kartika Maharani

a. Monitor Evaluator : Memiliki pandangan namun kurang memberi inspirasi.